Sharing Terbaru..
Tips Mendesain Web
Mempunyai website atau blog tentunya kebanggaan tersendiri. Apalagi didukung dengan pengunjung website atau blog yang tiap hari meningkat, hal ini memacu untuk terus melakukan update website atau blog agar informasinya selalu aktual. Seringkali orang membuat website/blog terutama tampilannya terjadi salah persepsi, maksudnya adalah bahwa website atau blog itu dibuat untuk para pengguna internet yang tidak jelas asal-usulnya bukan untuk dinikmati sendiri, tapi banyak yang belum menyadari hal ini, sehingga mereka berfokus membuat tampilan website/blog sesuai selera sendiri. Otomatis mengabaikan kepentingan pengunjung website/blog yang mungkin tidak suka dengan desain yang dibuat.
Melukis Cahaya Gedung
Kadang disengaja atau tidak, teknologi memberikan kemudahan dalam mendapatkan sesuatu, semisal gambar-gambar menarik yang diambil secara sengaja atau iseng-iseng tapi mempunyai makna tertentu. Waktu itu saya mendampingi mahasiswa melakukan kunjungan di Biznetnetworks di bilangan Jalan Sudirman Jakarta, sambil menunggu mahasiswa mengikuti tour keliling Biznet melihat penerapan teknologi kabel optik sebagai backbone internet service provinder, saya memotret menggunakan kamera SLR yang saya bawa. Entah bagus atau tidak dibawah ini adalah jepretan saya :
Aman itu Tak Nyaman
Sudah jadi rutinitas saya tiap awal semester atau ketemu mahasiswa baru menjawab pertanyaan dari mereka.”Pak kok saya gak bisa login, padahal username dan password bener“. Itu pertanyaan diajukan hampir tiap hari via sms, telepon, instant messanging (chat) atau via Facebook. Kenapa selalu muncul pertanyaan itu?.
Hal ini berkaitan dengan mata kuliah yang saya ajar. Sudah hampir 2 tahun ini saya memadukan proses perkuliahan antara tatap muka di kelas dan metode e-learning. Uniknya setiap mendaftar mengikuti perkuliahan saya dalam pembuatan password harus memenuhi kaidah yang sudah ditentukan, yaitu harus ada huruf besar, huruf kecil, angka dan simbol serta minimal 8 karakter. Rupanya ini yang menjadi biang keladi. Karena saking rumitnya password sehingga sulit untuk di hafal. Satu lagi mereka kurang memperhatikan oetunjuk yang ada sehingga mereka tidak jarang lupa kalau untuk melengkapi pendaftaran harus mengkonfirmasi dengan membuka email yang digunakan pada saat mendaftar.
Membuat Program Kontak Berfoto dengan VB.NET dan SQLServer
Biasanya jika membuat program sederhana yang menggunakan basisdata (database), program kontak-lah yang sering menjadi kasus. Karena membuat programnya kontak tidak ada proses yang berarti hanya mengisi data, simpan dan ditampilkan kembali. Kali ini saya akan berbagi membuat program kontak lengkap dengan foto dari isi kontak menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.NET 2008 dan basisdatanya menggunakan SQLServer2008. Program ini juga dapat dicoba menggunakan versi sebelumnya.
Sarjana Komputer vs Sarjana CopyPaste
Saya termasuk orang yang suka memberikan tugas kuliah kepada mahasiswa dengan metode yang relatif mudah dikerjakan, dalam artian waktu pengerjaannya lebih luas dan disampaikan secara online daripada dalam bentuk hard-copy (cetakan). Disini mahasiswa diwajibkan melek digital plus internet. Harapan saya adalah isi tugas akan lebih bagus, analisanya luas dan mendalam karena waktu pengerjaan lebih leluasa serta kemudahan mencari referensinya.
Tapi metode ini menjadi blunder atau malah menjadi bumerang buat saya, karena mereka lebih leluasa mengambil “paksa” tulisan orang lain yang notabene belum tentu orang itu punya kompetensi dengan masalah tersebut. Mengambil “paksa” iniĀ karena mereka mengambil dengan meng-copy dan paste bulat-bulat tanpa di-edit terlebih dahulu. Apakah tindakan ini dilarang ?, tentu tidak tapi kurang produktif dan menyinggung hak cipta. Ini adalah bentuk konskuensi dari era digital. Digital memberikan hasil yang hampir 100% sama dengan aslinya.
Tentunya mahasiswa menjawab atau mengerjakan tugas dengan mengambil referensi/sumber lain sangat disarankan. Sumber tersebut menjadi bahan kajian untuk makalah sehingga akan menghasilkan tugas dengan konten yang baik. Melakukan tindakan copy-paste tentunya didasari oleh alasan-alasan tertentu. Kepraktisan itu alasan utama melakukan copy-paste. Kepraktisan mengandung beberapa elemen. Salah satunya adalah ketidakmampuan mereka untuk menterjemahkan tugas dengan baik serta tidak tersedia waktu untuk mengerjakan atau malah tugas ini menjadi beban bukan menjadi bagian dari tahapan untuk memperoleh ilmu, ujung-ujungnya yang penting membuat.
Jika semua tugas atau bentuk evaluasi perkuliahan dikerjakan dengan cara seperti itu, maka tidak akan menghasilkan sarjana komputer (S.Kom) yang akan memberikan efek membanggakan disaat dicantumkan dalam undangan pernikahan mereka tapi sarjana copy-paster (S.CP). Pada domain perguruan tinggi komputer, seorang mahasiswa dituntut menguasai bahasa pemrograman dan diakhir studi harus membuat sebuah sistem (program aplikasi). Pertanyaannya adalah apa mempelajari program juga harus copy-paste?. Jika ya berarti akan banyak lulusan S.CP dari S.Kom. Kemampuan coding (membuat program) mahasiswa ilmu komputer di Indonesia rendah, karena terkena sindrom malas dan cenderung menganggap enteng masalah ini. Kalau tidak bisa membuat program sendiri, cukup beli saja dari orang dengan harga yang cukup murah. Sangat Indonesia sekali. Berdasarkan pengalaman saya mengetahui mahasiswa membuat program sendiri dan membeli program cukup mudah. Pertanyaan yang sering saya tanyakan adalah “Kamu beli berapa program ini ?”. Dengan muka merah (karena ketahuan) mereka menyebutkan nominal tertentu. Ironis memang.
[stickyleft]“aku gak bisa ngasih peninggalan materi yang banyak, tapi aku telah menyekolahkan kamu sampai batas yang aku mampu. Dengan ilmu yang kamu dapat mudah-mudahan tidak akan tersesat nanti “. [/stickyleft] Menjadi sarjana komputer ternyata sangat berbeda dengan sarjana-sarjana bidang lain (dengan tidak mengesampingkan bidang ilmu lain). Jika berkuliah di ilmu komputer penekanan kemampuan berpikir logis sangat diutamakan. Berdasarkan pengalaman saya, mahasiswa ilmu komputer yang sebenarnya sudah dapat dilihat mulai dari semester kedua. Pada semester ini kemauan dan kemampuan serta cara berpikir mahasiswa sudah terlihat. Akan semakin jelas jika sudah menginjak semester ketiga/keempat.
Tantangannya adalah sadarkah mereka apa yang harus dilakukan sebagai calon sarjana komputer atau akan menyerah dengan menyandang gelar sarjana copy-paste?. Semua kembali kepada masing-masing mahasiswa dengan motivasi kenapa mereka kuliah. Memang ingin mendalami ilmu komputer atau hanya sekedarnya saja demi sebuah kedudukan dan status sosial.
Yang terpenting adalah jangan sia-siakan waktu yang ada karena waktu tidak dapat diulang, tapi kalau materi bisa dicari kapanpun.
Teknologi Membangun Sistem Informasi
Membangun sistem informasi ibarat menciptakan sebuah bangunan yang kokoh dan dapat digunakan untuk melakukan banyak aktifitas. Semakin besar sebuah gedung tentunya memerlukan persiapan yang matang dan detail. Dalam membangun sistem informasi, dibutuhkan metode untuk mewujudkannya. Untuk itu dibutuhkan sebuah framework arsitektur sistem informasi yang memadai. Dengan menggunakan framework arsitektur, akan lebih mudah mudah memahami berbagai informasi sehingga dapat memutuskan kebijakan seberapa banyak informasi yang diperlukan dan bagaimana menggunakannya.








Recent Comments