Kadang orang sudah merasa cukup dengan apa yang diketahui sekarang dan tidak perlu belajar lagi. Hal ini menarik setelah ngobrol dengan teman yang sudah sekian tahun tidak bertemu dan sekarang masing-masing sudah menempatkan diri pada posisi terbilang nyaman. Walau tidak secara langsung tapi nada bicaranya menyiratkan kurang minat mengupgrade pengetahuan yang ada. Bisa dimaklumi mungkin karena kurangnya tantangan yang ditemui dalam aktifitas keseharian. Seorang guru apapun sebutannya mempunyai tanggung jawab besar membawa anak didiknya melek pengetahuan terbaru. Artinya disini guru harus selalu up-to-date dalam menemani anak didik belajar. Seberapa up-to-date pengetahuan guru tersebut?.
Generasi 70-an atau 80-an, sangat fasih bahwa menggambar pemandangan itu harus ada dua gunung dan diantaranya ada matahari. Berapa puluh tahun lalu membuat kliping adalah sebuah perjuangan, tapi hari ini sebuah kliping dapat diperoleh hanya dengan didepan komputer ditemani printer. Disini terlihat bahwa mendapatkan informasi semakin mudah dan murah. Seorang anak didik diberi tugas mengumpulkan gambar binatang-binatang buas dan memberi penjelasan tentang masing-masing binatang. Bagi anak sekarang itu hal yang sangat sepele, tapi waktu dulu tentunya sangat susah mendapatkannya. Pertanyaannya apakah relevan tugas tersebut diberikan kepada anak didik sekarang?. Akan relevan jika diberikan tambahan tugas, setelah diperoleh gambar binatang-binatang tersebut, kelompokkan menurut species, menurut daerah hidupnya atau membandingkan binatang buas di Indonesia dengan binatang buas dinegara lain.
Disinilah faktor kreatifitas guru dalam menyampaikan pengetahuan, karena bisa jadi anak didik lebih tahu dulu sebelum guru mengajarkan. Teman sejati anak sekarang adalah media. Media mengubah cara orang hidup, mengubah cara orang berpikir dan bertindak. Mereka (anak didik) sangat akrab dengan media ini. Di ruang tamu mereka bisa dengan mudah mendapatkan pengetahuan melalui layar televisi. Bahkan mereka akan tahun lebih banyak dan diluas bila sudah bersentuhan dengan internet.
Membangkitkan kreatifitas guru tentunya tidak gampang. Faktor utamanya apakah mereka mau belajar lagi. Tanpa belajar lagi niscaya kualitas keilmuannya akan menjadi klasik dan cenderung tidak menarik karena pengetahuan baru lebih cepat, lengkap, canggih dan akurat. Mari bapak-bapak, ibu-ibu belajar lagi untuk meng-upgrade pengetahuan kita untuk anak didik kita atau minimal untuk anak kita sendiri.
Selamat belajar !.
Comments
Mari belajar...
kalo ada niat apa aja semua dilahap n saya hingga saat ini masih menganggap saya paling bodo diantara temen2 skull n kul
kalo dit4 kerja sih wa kagak ngarti apa2 jadi kalo disuruh manut aja
saya suka mengetahui sesuatu tuk belajar tapi saya juga gampang melupakan kalo jarang dipake
oot abis
RSS feed for comments to this post.