Embedded System Pada Smartphone

3 510

Smartphone

Teknologi komunikasi sekarang ini sudah memasuki era dimana konvergensi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam perkembangan itu sendiri. Berbagai fitur baru ditambahkan dan disesuaikan dengan pencapaian teknologi yang ada. Hal ini dapat ditemui pada telepon selular (ponsel) berbagai brand baik brand internasional maupun brand lokal.

Teknologi ponsel yang ada mencoba menjawab kebutuhan pemakai dalam melakukan komunikasi bahwa bukan hanya secara verbal tapi juga dapat digabungkan dengan teknologi multimedia seperti suara, teks, foto dan video. Ponsel yang pada awalnya sebagai alat komunikasi suara dan teks sekarang sudah bergeser ke arah layanan data yang cepat serta portabel. Hal ini memudahkan para pemakai melakukan pertukaran data kapanpun dan dimanapun berada. Berawal pada teknologi 2G, dimana ponsel dapat digunakan untuk berkomunikasi suara, teks, kemudian memasuki teknologi 3G dengan layanan data dan video yang menjadi andalan. Teknologi 3.5G atau HSDPA adalah teknologi terakhir dari ponsel.

Teknologi ponsel juga diikuti dengan perkembangan sistem operasi sebagai penggerak dari perangkat keras yang digunakan oleh ponsel itu sendiri. Sistem operasi dibutuhkan sebagai konsekuensi dari perkembangan teknologi yang ada. Makin banyak fitur yang dibenamkan ke ponsel makin dibutuhkan sistem operasi yang handal. Biasanya sistem operasi sudah satu paket dengan perangkat ponsel yang ada, seperti Windows Mobile, Symbian, Blackberry, iPhone dan yang paling mutakhir adalah Android keluaran dari Google. Platform sistem operasi sangat mewarnai persaingan teknologi ponsel yang ada. Ponsel dengan teknologi diatas dapat dikategorikan sebagai smartphone atau telepon pintar.

Teknologi ponsel (baca mobile) merupakan ”small” system pada Embedded System yang disebut System-on-Chip (SOCs), dimana semua fitur/sistem yang ditanamkan dalam teknologi chip.

Teknologi mobile merupakan bentuk dari Embedded System yang mempunyai ukuran lebih kecil yang juga ditemui pada teknologi  MP3 player, iPod, PDAs, kamera digital dan perangkat digital lainnya. Embedded System adalah sistem elektronika yang didalamnya terdapat mikroprosesor sebagai pengendali kerja sistem. Desain sistem embedded menyebabkan dalam sistem elektronika yang didesain telah terintegrasi perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras terkait dengan komponen elektronika dan interkoneksinya dalam rangkaian. Sedangkan perangkat lunak bekerja untuk mengatur kerja bagian-bagian yang terdapat dalam rangkaian dengan komponen mikroprosesor sebagai otak dari sistem.

Embedded System juga dapat dipandang sebagai sebuah komputer khusus yang dibangun menjadi perangkat yang lebih besar. Embedded System mempunyai tugas yang sangat spesifik dan merupakan bagian piranti yang lebih besar, untuk meningkatkan kapabilitasnya. Embedded Sustem yang ada saat ini dapat dikelompokan menjadi beberapa kategori seperti:

  1. Signal processing system – real time video, set-top boxes, DVD players, perangkat medis, residential gateways.
  2. Distributed control – network router, switches, firewalls, mass transit system, elevators.
  3. Small Systems – mobile phone, pages, home appliances, toys, smardcards, MP3 players, PDAs, digital cameras, sensors, smart badges.

Karakteristik embedded systems adalah menjadi bagian dari sistem yang lebih besar, aplikasi khusus baik perangkat keras maupun perangkat lunak dirancang khusus untuk aplikasi yang spesifik tapi juga harus re-programmability dan interaksi dengan dunia fisik. Kendala-kendala yang ada dalam embedded system dapat dibagi menjadi 2 yaitu jika dilihat dari perangkat keras seperti prosessor, memory, konsumsi listrik, perangkat terbatas dan slower buses, ukuran, berat dan kehandalan dalam lingkungan. Sedangkan kendala-kendala yang ada jika dilihat dari sisi perangkat lunak seperti latency, keterbatasan sumber daya perangkat keras, kehandalan (tidak mudah di-debug) dan perangkat yang heterogen.

Embedded System pada Smartphone

Teknologi ponsel yang sudah mulai bergeser ke arah telepon pintar (smartphone) merupakan bentuk perwujudan sistem yang besar (baca: komputer) yang dibungkus dalam perangkat yang lebih kecil. Kemampuan smartphone akan selalu berjalan seiring sejalan dengan teknologi komputer dan teknologi komunikasi yang ada. Teknologi yang ditanamkan dalam smartphone merupakan konvergensi kemampuan teknologi komunikasi dengan teknologi layanan data, ini adalah cerminan dari perkembangan teknologi internet.

Dilihat dari teknologi chips yang digunakan, sekarang smartphone kemampuannya hampir sama dengan kemampuan sebuah komputer. Berikut ini adalah beberapa teknologi yang dibenamkan (embedded) dalam sebuah smartphone :

  1. Teknologi Chips – teknologi ini sudah pada capaian nanoteknologi, sehingga bentuknya semakin kecil tapi mempunyai kemampuan yang besar. Selain itu berkemampuan untuk menangani panas yang dikeluarkan oleh perangkat.
  2. Teknologi layar –  pada teknologi ini sudah banyak berkembang dari teknologi awal dimana layar berupa hitam/putih dengan resolusi rendah sampai pada layar berwarna berresolusi tinggi bahkan sekarang sudah pada capaian teknologi layar sentuh (touch screen). Dipicu dipasarkannya gadget besutan Apple, iPad, revolusi layar sudah mengadopsi teknologi gravitasi, sehingga perubahan tampilan dari model portrait ke model landscape (lebar) hanya dengan menggerakan perangkat saja. Teknologi diikuti oleh produsen smartphone lain.
  3. Teknologi  baterai – semakin besar kemampuan sebuah teknologi yang dibenamkan (embedded) semakin besar pula sumber daya yang dibutuhkan seperti baterai. Kemampuan baterai sekarang sudah handal, seperti mendukung talktime yang lama, hal ini juga diikuti dengan teknologi chips yang hemat energi.
  4. Platform sistem operasi – berbagai smartphone yang ada, juga didukung dengan platform sistem operasi. Persaingan sistem operasi juga sangat ketat, seketat persaingan smartphone. Berikut analisis berbagai platform sistem operasi yang ada :
    1. Blackberry – platform yang dikontrol sangat ketat, pemakai sangat dibatasi untuk membuat, memasang
      Blackberry

      (install) dan berbagi aplikasi. Sebuah perspektif keamanan yang bagus, tapi walau kontrol sangat ketat, tapi Blackberry dikenal sebagai pelopor push-mail dan inilah yang membuat market-share-nya tinggi.

    2. Windows Mobile – seperti yang sudah diketahui, bahwa Windows Mobile merupakan bentuk mini dari sistem operasi Windows keluaran Microsoft, tentunya pendekatannya adalah komputer pribadi (PC), hanya di-ciutkan ke dalam perangkat yang lebih kecil. Memberikan sedikit kebebasan kepada pemakai untuk memasang dan berbagi aplikasi tapi kurang berhasil merebuat market-share.
    3. iPhone – dapat disebut sebagai mainframe berukuran mini/kecil. Berplatform tertutup, semua aplikasi yang akan dipasang sudah dapat dilihat/dibeli di toko aplikasi (App Store). Ibarat seekor ikan mas berenang dalam bak mandi, bebas tapi tidak leluasa.
    4. Android – dirancang mirip dengan PC serta terbuka memungkinkan menjalankan lebih banyak aplikasi yang tidak dikontrol secara terpusat. Dengan sistem yang lebih terbuka ini memungkinkan terjangkiti malware yang berasal dari PC. Menurut analisa perusahaan keamanan mobile SMobile System yang dirilis beberapa waktu yang lalu, lebih dari 48.000 aplikasi Android adalah benar. Dua puluh persen (20%) aplikasi Andorid yang beredar memberikan akses informasi pribadi atau sensitif ke pihak ketiga sehingga dapat digunakan untuk melakukan kejahatan, seperti pencurian identitas, penipuan mobile banking tanpa persetujuan pengguna. Sedangkan 2% aplikasi dapat mengirimkan SMS premium tanpa diketahui oleh pengguna.

      Android
    5. Teknologi aplikasi – kehandalan sistem yang dibenamkan pada smartphone diiringi pula dengan teknologi aplikasi yang ada. Hampir semua aplikasi yang ada di komputer sekarang dapat dioperasikan di smartphone. Mulai dari fitur-fitur internet, aplikasi perkantoran (office), tools, multimedia sampai pada pengelolaan akun. Di era popularitas jejaring sosial sekarang, fitur jejaring sosial menjadi andalan smartphone.

Dimasa mendatang teknologi yang dibenamkan (embedded) akan semakin variatif dan kompleks sehingga apapun dapat diperoleh dan dilakukan dalam genggaman kita. Semua ini akan mengubah secara tidak langsung perilaku para pemakainya.

Setiap perkembangan merupakan perubahan. Perubahan bentuk dinamika pemikiran manusia yang selalu ingin mencapai titik kepuasan dan kenyamanan dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Smartphone sebagai implementasi dari embedded system akan terus berubah seiring kebutuhan manusia sebagai pemakai. Faktor keamanan dan kenyamanan juga menjadi perhatian penting karena setiap perangkat pasti mempunyai titik lemah dan dapat digunakan aktifitas yang merugikan.

Referensi

  1. Jazi Eko Listiyanto, Ph.d ”Embedded Systems : Hardware or Software” . http:// jazi.staff.ugm.ac.id
  2. Embedded System ITTelkom – http://www.stttelkom.ac.id/graduate/viewpage.php?page_id=42
  3. Tarqy dot Com – http://tarqy/mana-lebih-aman-android-blackberry-atau-iphone.html

You might also like More from author

3 Comments

  1. Best android phone news says

    lucu mungkin saya memiliki blog tentang android, tapi devicenya sendiri belum punya, mudah-mudahan dengan blog tersebut saya dapat memiliki devicenya terima kasih pa informasinya

  2. bing says

    Very good information. Lucky me I recently
    found your blog by accident (stumbleupon).
    I have bookmarked it for later!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

eighteen − 6 =