Membangun Situs Komunitas dengan Joomla (1)

0 39

Joomla
Joomla

Membuat atau membangun sebuah situs/website sekarang bukanlah suatu pekerjaan yang sulit dilakukan. Era web 2.0 menuntut sebuah situs lebih interaktif dan updatetable atau dengan kata lain situs harus dinamis, dimana isi dapat berubah setiap saat.

Situs yang dinamis memungkinkan halaman dari situs itu sendiri menjadi tidak terbatas. Bersyukurlah para pengembang situs (webdesigner) sekarang ini, karena apa yang dibutuhkan untuk membangun sebuah situs terdapat dimana saja dan dan dapat diunduh (download) kapan saja dan yang paling penting semua free alias gratis. Hal ini dimungkinkan karena semuanya dikembangkan dalam semangat Open Source. Walaupun free tapi sebagai orang yang bertanggung jawab tidak salahnya mendonasikan sebagaian uang untuk keberlangsungan tool ini.

Era web 2.0 melahirkan tool untuk membangun situs yang dinamis yang berbasis manajemen konten atau lebih populer disebut dengan Content Management System (CMS). Banyak CMS dikembangkan oleh berbagai kelompok baik diberi label komersial atau free. Dari sekian banyak CMS yang bersifat free adalah Joomla. Joomla merupakan CMS yang cukup handal dan mudah dioperasikan untuk membangun situs yang dinamis.

Joomla menurut Wikipedia berasal dari bahasa Swahilli yang mengandung arti kebersamaan. Joomla dikembangkan oleh para mantan pengembang CMS Mambo yang hengkang pada bulan Agustus 2005 . Versi pertama dari Joomla keluar pada tanggal 17 September 2005 yaitu Joomla versi 1.0.0 . Dibawah ini prinsip dari Joomla yang diambil dari Wikipedia :

Secara garis besar dan gamblang, Joomla! terdiri dari 3 elemen dasar, yaitu server web (webserver), skrip PHP dan basisdata MySQL. Server web diasumsikan terhubung dengan Internet/Intranet yang berfungsi sebagai penyedia layanan situs. Skrip PHP terdiri dari kode program dalam bahasa PHP dan basisdata merupakan tempat penyimpanan konten. Joomla menggunakan Apache sebagai server web dan MySQL untuk basisdatanya.

Pertamakali, pengguna meminta akses terhadap halaman Joomla dengan mengeksekusi URL pada browser web yang kemudian terhubung dengan server web. Permintaan ini yang dalam istilah teknis lebih dikenal dengan query string selain terdapat URL juga mengandung parameter konten (section, category, ID article dan lain-lain). Berdasarkan parameter tersebut, sistem skrip Joomla melakukan kontak dengan basisdata dan mengambil konten yang dimaksud berdasarkan parameternya. Terakhir, konten dan templat (template) digabung bersama dan kembali sebagai halaman html, gambar, css dan javascript.

Paket Joomla! terdiri dari beberapa bagian yang terpisah dan termodul yang sangat fleksibel, dapat dengan mudah dikembangkan dan diintegrasikan. Sebagai contoh “plugins” WikiBot yang memperbolehkan penulis di Joomla menggunakan “Wikitags” pada bagian artikel yang fungsinya secara otomatis membuat pranala dinamis ke artikel Wikipedia pada saat ditampilkan. Ada lebih tersedia 1,700 “plugins” yang secara resmi didelegasikan oleh OpenSourceMatters tersedia di http://extensions.joomla.org/ dan saat ini secara resmi dipindahkan ke http://joomlacode.org dengan dukungan server yang lebih lengkap.

Joomla versi 1.0.0 ini masih mengadopsi teknologi Mambo sebagai asal muasalnya, dan versi stabil dari 1.0.0 terakhir adalah Joomla 1.0.15 yang dirilis bulan Februari 2008. Pada awal tahun 2008 pula dirilis versi terbaru yang mulai menanggalkan ciri khas dari Mambo yang diberi nama Joomla 1.5.0. Pada versi mutakhir ini tekknologi Joomla ditingkatkan terutama dari segi keamanan sehingga pada tulisan ini diturunkan sudah mencapai versi Joomla 1.5.9.

Dukungan pihak ketiga sangat besar terutama dalam penyediaan ekstension seperti komponen (component), modul (module) dan plugin (mambot pada versi 1.0.0) sehingga memberikan banyak pilihan variasi dalam situs yang dibuat. Selain itu pada dukungan dari para pengembang template yang menyediakan template-template yang menarik dan dapat disesuaikan dengan tema situs yang akhirnya menciptakan ladang bisnis baru.

Membangun situs menggunakan Joomla tidaklah sulit, yang terpenting adalah memahami struktur dari CMS ini. Pada tulisan yang akan datang akan dipaparkan langkah-langkah membangun situs komunitas dengan CMS Joomla.

Sebagai bahan pembelajaran dan referensi dapat mengunjungi situs resmi Joomla di www.joomla.org dan situs Komunitas Joomla Indonesia di www.id-joomla.com.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

four × 1 =