Mengenal Public Key Infrastructure

5 108

Key = Safe
Key = Safe ?

Sudah seringkah anda bertransaksi secara online?. Misalnya membeli barang atau bertransaksi melalui internet banking. Mengapa anda mau atau percaya melakukan transaksi online?. Kata aman adalah kuncinya. Aman disini artinya anda percaya bahwa transaksi anda sudah terlindungi. Siapa yang melindungi?. Tentunya bank anda.

Bagaimana bank menjamin transaksi melalui internet banking aman dari kejahatan online?. Tentunya bank sudah memasang hardware, software, policy, prosedur-prosedur dan orang untuk membuat, mengelola , mendistribusikan, menggunakan dan menyimpan apa yang disebut sertifikat digital. Sertifikat ini memastikan bahwa transaksi anda aman karena data transaksi sudah di enkripsi sehingga tidak akan mudah ketahui oleh pihak lain. Pengaturan seperti ini disebut dengan Public Key Infrastructure (PKI) – Infrastruktur Kunci Publik.

PKI merupakan pengaturan yang mengikat kunci publik dengan identitas masing-masing pengguna menggunakan Certification Authority (CA). Dengan kalimat singkat PKI adalah infrastruktur sekuriti yang diimplementasikan menggunakan konsep dan teknik kriptografi kunci public.

Entitas Public Key Infrastructure

Menurut Internet X.509 Public Key Infrastructure Certificate Management Protocols, dalam sebuah model public key infrastructure terdapat beberapa entitas:

  1. Subject atau subscriber
  2. Certification Authority (CA)
  3. Registration Authority (RA)
  4. Certificate Repository
  5. Relying Party

Sebagai ilustrasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Entitas dalam Public Key Infrastructure
Entitas dalam Public Key Infrastructure

Subscriber

Sebenarnya subscriber dari sebuah sertifikat digital tidaklah harus orang atau perusahaan, namun bisa juga peralatan (device) pada jaringan, aplikasi software dan downloadable application. Kadang kala dipergunakan istilah ‘subject’ untuk subscriber.

Seorang subscriber harus bisa menjaga private key-nya baik-baik, jangan sampai tercuri oleh orang lain.

Untuk keamanan dari kunci privat subcriber, biasanya kunci itu disimpan dalam PSE (Personal Security Environment) yang baik seperti dalam smartcard. Namun, karena faktor biaya, kadang kala kunci privat itu cukup dienkripsi (menggunakan PKCS #5) dalam sebuah file sehingga bisa diletakkan di hard disk, disket atau CD-ROM.

Certification Authority

Certification Authority (CA) ada sebuah lembaga yang bertugas untuk mensertifikasi jati diri subscriber / subject agar subscriber itu bisa dikenali di dunia digital, dengan menerbitkan sertifikat digital untuk tiap subscribernya.

Tentunya, CA harus merupakan entitas yang independen dan terpercaya (trusted third party).

Untuk memberikan gambaran bagaimana CA bekerja, kita ambil contoh bagaimana cara sebuah perusahaan meminta SSL. Perusahaan itu perlu menunjukkan kepada CA dua lembar surat, yakni surat ijin usaha dan surat izin penggunaan suatu domain name tertentu. Barulah setelah memeriksa keabsahan kedua dokumen tersebut, CA menerbitkan sertifikat digital SSL untuk perusahaan yang bersangkutan.

CA-internal di sebuah perusahaan bisa saja mengeluarkan digital ID buat pegawainya, untuk keluar masuk ruangan (access control card).

Public Key Certificate Authority
Public Key Certificate Authority (cisco.com)

Registration Authority

Registration authority (RA) bertanggung jawab untuk melakukan proses identifikasi dan otentikasi terhadap subscriber dari sertifikat digital, tetapi tidak menandatangani sertifikat itu. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali dokumen yang diperiksa namun ditandatangani oleh orang yang berbeda.

Adanya sebuah RA dalam PKI memang sifatnya optional (tidak harus ada), karena memang RA hanya menjalankan beberapa tugas yang didelegasikan oleh CA jika CA tidak sanggup melakukannya. Artinya, bisa saja dalam suatu skenario tertentu, seluruh tugas RA berada dalam CA. Menurut Adams dan Lloyd, tugas-tugas RA dapat mencakup:

  1. Otentikasi calon subscriber secara fisik
  2. Registrasi calon subscriber
  3. Membuat pasangan key untuk subscriber (jika subscriber tidak sanggup membuat sendiri pasangan kuncinya).
  4. Membuat backup dari kunci privat yang dipergunakan untuk enkripsi (key recovery)
  5. Pelaporan kalau ada sertifikat yang dicabut (revocation reporting)

Certificate Repository

Anto dapat menyerahkan sertifikat digitalnya kepada orang lain yang ingin berkomunikasi dengan aman dengan Anto. Teknik penyerahan sertifikat digital oleh pribadi ini disebut dengan istilah private dissemination. Tapi, teknik ini memiliki beberapa kekurangan:

  1. Teknik ini hanya bisa untuk PKI dengan user dalam jumlah kecil. Artinya scalability-nya rendah, karena penyebaran informasinya tidak ‘meluas’.
  2. Umumnya tidak sesuai dengan struktur perusahaan pada umumnya, yang cenderung sifatnya centralized/hierarchial, ketimbang user-centric.

Cara lain Badu mendapatkan sertifikat digital Anto?

Sebuah tempat penyimpanan (repository) on-line untuk sertifkat digital dibutuhkan dalam PKI. Repository ini juga berguna untuk menyimpan daftar sertifikat yang dibatalkan/CRL (yang tidak berlaku sebelum masa berlakunya habis).

Beberapa contoh yang masuk kategori repository mencakup: LDAP, X.500, OCSP Responder, database, dsb.

Relying Party

Relying party adalah pihak yang mempercayai keberadaan dan keabsahan suatu sertifikat digital.

Relying Party
Relying Party

Mungkin Anto mengenali dan mengakui keabsahan dari sertifikat digital tersebut, karena:

  1. Anto mengakui IndoSign sebagai pihak ketiga yang dipercaya yang melakukan proses sertifikasi. Karena itu, Anto mengakui keabsahan sertifikat yang ditandatangani IndoSign.
  2. Sertifikat web server (SSL certificate) P.T. Jaya Makmur ditandatangani oleh IndoSign.
  3. Maka Anto mengakui keotentikan web server P.T. Jaya Makmur.

Anto adalah relying party.

Certificate Revocation List (CRL)

Ada kalanya sertifikat tersebut harus dibatalkan keabsahannya / dicabut meskipun belum kadaluarsa. Hal ini dapat terjadi kalau sang subscriber:

  • tidak menjalankan kewajibannya sehingga sertifikatnya terpaksa dicabut
  • mengganti namanya, atau ganti address e-mail, misalnya.
  • kehilangan kunci privat pasangannya
  • kunci privatnya berhasil dihack oleh orang lain

Daftar sertifikat yang dicabut sebelum kadaluarsa itu disebut dengan istilah certificate revocation list (CRL) dan disebarkan kepada publik melalui sebuah repository. CRL tersebut ditandatangani oleh CA, yang memuat:

  1. Algoritma yang dipergunakan untuk menandatangani CRL
  2. Nama pihak yang mengeluarkan CRL
  3. Tanggal/waktu saat CRL ybs dikeluarkan
  4. Kapan CRL ybs akan kadaluarsa
  5. Kumpulan sertifikat yang dicabut: nomor seri, waktu pencabutan
  6. Extension lainnya

Repository yang mengandung CRL yang di-cache di lokasi ‘dekat’ client, memungkinkan pengoperasian PKI secara off-line, tanpa perlu terhubung dengan repository utama di CA sentral. Ini amat penting, karena berarti transaksi elektronik dapat berlangsung secara terdistribusi tanpa perlu ada hubungan on-line ke pusat.

Namun kalau diperhatikan lebih jeli, maka ada jarak antara saat sertifikat dicabut, dengan waktu saat CRL diedarkan. Nah, seharusnya, jika ada transaksi yang terjadi setelah tanggal pencabutan, maka transaksi tersebut harus dibatalkan.

Online Certificate Status Protocol (OCSP)

Karena permasalahan data yang ada di CRL tidak real-time, maka mungkin untuk jenis aplikasi tertentu yang membutuhkan masalah besar. Misalnya, untuk transaksi fund-transfer bernilai tinggi, mungkin membutuhkan pengecekan validitas sertifikat secara real-time.

Dengan adanya Online Certificate Status Protocol (dispesifikasikan dalam RFC 2560), maka aplikasi-aplikasi yang menggunakan PKI, dapat menentukan status keberlakuan dari sebuah sertifikat digital, apakah masih berlaku atau sudah dibatalkan. Untuk melakukan pengecekan status sertifikat, sebuah client OCSP mengirimkan status request kepada OCSP responder. Client tidak akan mengakui keberadaan sertifikat yang bersangkutan, sebelum mendapatkan jawaban dari OCSP responder.

Key Backup & Recovery

Ada beberapa hal yang bisa ‘memaksa’ kunci privat juga dibackup oleh pihak ketiga yang dipercaya (trusted third party/TTP), misalnya:

  • kunci privatnya yang ada dalam hard disk, secara tidak sengaja terhapus
  • smartcard yang dipergunakannya hilang atau rusak
  • ada pegawai kantor yang mengenkripsi data-data penting perusahaan menggunakan kunci publiknya, sehingga saat pegawai kantor itu berhenti bekerja, perusahaan tidak bisa membuka data-data penting tersebut.

Perlu dicatat bahwa yang dibackup oleh TTP hanya private decryption key (kunci privat yang dipergunakan untuk mendekripsi pesan), bukan private signing key (kunci yang dipergunakan untuk membuat tanda tangan).

Key Update / Certificate Renewal

Saat mendekati masa kadaluarsa, sertifikat baru harus diterbitkan oleh CA untuk menggantikannya. Proses inilah yang disebut dengan key update atau pembaharuan sertifikat. Biasanya saat sertifikat berumur 80%-70%, sertifikat baru diterbitkan untuk menggantikan yang lama.

Tujuan penggantian kunci ini (key roll-over) adalah agar transaksi bisnis yang menggunakan PKI tidak terganggu kegiatannya operasinya.

Key update juga berkaitan dengan masalah peningkatan keamanan kunci. Dalam sekuriti komputer, ada suatu kebiasaan agar selalu mengganti password

Key History

Berkaitan dengan adanya key update, maka Anto dalam suatu saat dapat memiliki beberapa kunci sekaligus (miliknya), yakni sebuah kunci yang masih ‘berlaku’, dengan kunci-kunci lainnya yang sudah kadaluarsa atau sudah dibatalkan. Jika Anto ingin melakukan proses dekripsi data yang dia enkripsikan 5 tahun yang lalu, maka Anto perlu menggunakan kunci yang dipergunakan 5 tahun yang lalu.

Time stamping

Diperlukan suatu mekanisme khusus untuk menyediakan ‘waktu’ yang terpercaya dalam infrastruktur kunci publik. Artinya, ‘waktu’ tersebut tidak didapatkan dari ‘clock’ setiap komputer, namun didapatkan dari satu sumber yang dipercaya. Penyedia jasa sumber ‘waktu’ yang dipercaya, juga termasuk kategori TTP.

Waktu yang disediakan oleh time stamp server, tidaklah harus tepat sekali, karena yang paling penting adalah waktu ‘relatif’ dari suatu kejadian terhadap kejadian lain. Misalnya suatu transaksi purchase order terjadi sebelum transaksi payment. Lebih bagus time stamp server mendekati waktu resmi (dari Badan Metrologi dan Geofisika)

Artikel ini berkaitan dengan mata kuliah Web Technology (Ir. Teddy Sukardi, M.Sc – Ketua PANDI)

Sumber :

  1. http://en.wikipedia.org
  2. C. Adams, and S. Lloyd, Understanding Public-Key Infrastructure: Concepts, Standards, and Deployment Considerations, (Indianapolis, Macmillan Technical Publishing: 2000)
  3. Berbagai sumber.

You might also like More from author

5 Comments

  1. Bee'J says

    waduh… saya belum pernah sama sekali transaksi secara online pa, apalagi yang namanya Public Key Infrastructure (PKI) baru tau tuh, tapi kalo Pria Keren Sekali (PKS) saya tau pa…. 😀

  2. indra1082 says

    Kirain “PKI” yang dulu muncul lagi :mrgreen:
    Thanks Infonya Bos…

  3. tubedownloader.com says

    waduh… saya belum pernah sama sekali transaksi secara online pa, apalagi yang namanya Public Key Infrastructure (PKI) baru tau tuh, tapi kalo Pria Keren Sekali (PKS) saya tau pa….
    +1

  4. fabiant actlest says

    hya hya hya ini dia yang di tunggu tunggu

    mantap surantap
    yah kalo masalah PKI nya mah saya kurang begitu ngerti tapi kalo masalah transaksinya sih nguerti buanget :O
    😀

  5. reza says

    mas, kebetulan saya sedang mempelajari public key infrastructure untuk Proyek Akhir saya, tapi saya kurang punya pengetahuan tentang model jaringannya mas, bisa minta model jaringannya ga mas???

    makasih sebelumnya
    reza.restian@gmail.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.

19 − 13 =