Menghafal Melalui Latihan

0 70

Best Practice Makes Perfect

Berawal dari sebuah pertanyaan “apa dalam mempelajari sesuatu harus menggunakan cara yang sama?“. Kalau menurut saya tidak. Ilmu itu mempunyai klasifikasi yang berbeda dan penekanan masalahnya berbeda pula. Semangat mempelajari harus sama untuk tiap ilmu, metode boleh ada kesamaan tapi yang terpenting adalah menyesuaikan (adaptif). Belajar ilmu berbasis referensi seperti sejarah tentunya beda dengan belajar ilmu pasti seperti matematika.

Pertanyaan berikutnya adalah “kok kenapa susah sekali belajar atau memahami ilmu baru?“. Bisa jadi karena paradigma lama masih digunakan dalam mempelajari ilmu baru tersebut. Ilmu baru itu apa?. Ilmu apa saja yang jelas belum pernah dipelajari. Paradigma lama adalah menghafal. Kita orang tahu (upin-ipin style), dari level pra sekolah sampai sekarang (mungkin) guru mengajari ¬†kita menjadi penghafal yang handal, bukan sebagai seorang analis yang hebat. Bahwa jawaban harus seperti kunci jawaban tanpa ada kesempatan untuk improvisasi dalam jawaban tentunya berdasarkan analisis pribadi. Itu yang dirasakan pada saat mahasiswa informatika tingkat pertama dalam memahami apa itu informatika khususnya pemrograman.

 

Pertanyaan yang sering dilontarkan adalah “bagaimana cara menghafal kode-kode program yang ada ?”.

Menurut saya seorang mahasiswa informatika harus memporsikan diri untuk berpikir secara logikal dan analitik. Berarti disini harus ada pergeseran paradigma dalam mempelajari sesuatu. Terbayangkan seperti apa jika mahasiswa informatika membaca buku pemrograman seperti membaca cerita/komik. Setelah selesai membaca, duduk didepan komputer/laptop pasti bingung mau apa. Bagaimana cara mengatasi otak penghafal menjadi mahir dalam pemrograman?. Pemrograman menuntut untuk memperbanyak pengamalan untuk memperoleh pengalaman pemrograman, yang artinya perbanyak latihan dengan metode paling primitif dan minim alat bantu. Misal dalam mempelajari pemrograman php atau skripting model html + css biasakan menggunakan software sederhana seperti notepad (windows) atau notepad++ jangan menggunakan Adobe Dreamweaver atau lainnya. Dan yang terpenting adalah jangan tergoda untuk melakukan copy-paste. Semakin sering latihan secara tidak sadar akan tahu dan mengerti pastinya akan hafal.

Hambatan utama dalam latihan adalah keikhlasan menyediakan waktu yang cukup untuk melatih diri dan tentunya rasa malas. Suntikan dan menjaga ritme semangat menjadi hal yang sangat penting. Semangat selain dari diri sendiri dan juga dari lingkungan yang mendukung. Mempunyai komunitas kecil bisa jadi sangat berguna untuk menyemangati diri nantinya akan berujung pada kalimat “Menghafal…..? hari gini masih menghafal?…bye…bye menghafal…..!”.

Selamat berjuang menjaga semangat….!

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

five × 5 =