Semester Panik

24 76

Artikel ini merupakan bagian kedua dari tiga seri artikel yang berkaitan dengan mahasiswa informatika.

Panic Semester
Panic Semester

Semester Panik adalah istilah saya untuk menggambarkan kondisi mahasiswa tingkat akhir tapi belum mempunyai persiapan matang untuk menyelesaikan. Mahasiswa diploma, semester 5 dan 6 adalah semester dimana harus menyelesaikan kuliah kerja praktek (KKP) dilanjutkan dengan mengerjakan tugas akhir (TA). Untuk jenjang strata 1, semester panik bisa dirasakan mulai semester 6 menjelang semester 7. Hal ini juga berlaku untuk mahasiswa magister (S2), menjelang semester ketiga, tak satupun ide atau materi yang akan dibawah menjadi thesis. Panik sepanik-paniknya.

Pertanyaannya kenapa harus panik?. Belum siap?. Biasanya belum siaplah yang membentuk kondisi kepanikan ini. Siap dalam artian siap mental dan yang terpenting siap materi. Materi apa sih?. Bagi mahasiswa informatika untuk menyelesaikan studi tentunya harus mempersiapkan sebuah karya berupa aplikasi

Programming
Programming

atau sistem. Aplikasi atau sistem disini merupakan bentuk ide, konsep ditambah ketrampilan coding (pemrograman) yang cukup. Hal terakhir inilah yang kadang menjadi kendala padahal bisa coding adalah sebuah keharusan bagi mahasiswa informatika. Berdasarkan pengalaman, coding hanya sebuah kebiasaan. Kebiasaan yang membuat bisa dan mahir, artinya untuk bisa menguasai coding dibutuhkan jam terbang praktek. Kalau hanya mengandalkan praktek yang disediakan oleh kampus hasilnya akan sangat jauh dari harapan. Bisa dibilang anak umur 6 tahun sudah mahir mengoperasikan komputer, asal tiap hari dijejalin dengan coding, dalam waktu tidak sampai enam bulan, sudah mahir coding. Kuncinya adalah praktek dan latihan setiap hari.

Ada beberapa tips agar dapat keahlian coding atau membuat program :

  • Buatlah menjadi HOBI. Jika sudah hobi, maka segala sesuatu menjadi menyenangkan, sehingga bukan menjadi beban.
  • High curiousity, yakni rasa penasaran yang tinggi. Yakni bagaimana memecahkan sebuah masalah pemrograman sampai ketemu dan selesai masalahnya, bahkan mungkin tidak bisa tidur, bagaimana menyelesaikan masalah itu.
  • Mau belajar. Jadi seorang programmer jangan mudah puas, harus terus mengasah skill dan kemampuan biar bisa bersaing dengan yang lainnya.
  • Bisa bahasa inggris minimal pasif, mengingat semua manual pemrograman saat ini kebanyakan masih berbahasa inggris.

Mempunyai hobi membuat program bukan merupakan hobi yang aneh, tapi menjadi ‘wajib’ bagi mahasiswa informatika.

Pertanyaan berikutnya adalah, kira-kira bahasa pemrograman apa yang harus saya kuasai?. Sebenarnya hal ini masalah selera, tapi ada beberapa tips untuk memilih bahasa pemrograman :

  • Menentukan bahasa pemrograman yang cocok sesuai bidang pekerjaan.
    • Desktop Application – VB, VB .NET, Foxpro, Java
    • Web Based – PHP, Java, ASP
  • Pilihlah konsep bahasa pemrograman yang banyak digunakan sekarang, seperti OOP.
  • Menentukan tools development yang cocok.
  • Belajar mengetik sepuluh jari
  • Mencari buku yang tepat
  • Mencari mentor yang tepat
  • Mencari waktu yang tepat. Membuat program adalah bekerja dengan otak kita, maka otak kita butuh ketenangan saat bekerja.
  • Carilah proyek kecil. Untuk mengasah kemampuan anda dalam membuat program, diperlukan latihan yang intens

Yang terpenting adalah kuasai satu bahasa pemrograman dengan benar, untuk mempelajari bahasa pemrograman lain nantinya akan lebih mudah, karena hanya masalah penyesuaian.

Kembali pada semester panik, banyak mahasiswa kembali ke depan komputer belajar pemrograman lagi untuk mempersiapkan tugas akhirnya, setelah sekian lama tidak disentuh. Terlambat dan tidak efektif itu adalah kata yang pas untuk menggambarkan kondisi ini. Akan lebih baik jika pada masa semester panik, semua tinggal menuangkan dalam bentuk program atau tulisan, sedangkan hal-hal yang lain sudah dipersiapkan jauh hari sebelumya. Sebuah keputusan akhir yang sangat memalukan adalah karena sudah mepet waktu, dan belum siap semuanya, ujung-ujungnya membeli program dari pihak lain untuk dijadikan tugas akhir. Sebuah tindakan yang bodoh dan ceroboh, karena akan sangat kelihatan pada saat didepan penguji tugas akhir.

Dibawah ini sejumlah tip bagi mahasiswa semester panik yang mungkin bisa dijadikan pertimbangan :

  • Belajar menulis – “A software doesn’t exist, if it doesn’t have documentation!
  • Kuliah yang bener – Konsep Ilmu Komputer yang kuat akan sangat membantumu di sesi wawancara kerja
  • Belajar bahasa pemrograman, terutama OOP – Belajar programming dengan jalur yang tepat dan metode penulisan kode program yang baik!
  • Belajar bahasa inggris – Surfing di internet tanpa bisa bahasa inggris sama saja seperti nyetir ga bisa baca rambu lalu lintas.
  • Belajar mikro-ekonomi – Belajar ekonomi dan bayangkan dirimu menjadi bos nantinya, jangan mau jadi bawahan terus!!
  • Jangan meremehkan mata kuliah non IT hanya karena membosankan – IP jelek ga akan membawamu kemana-mana.
  • Berhentilah mengkhawatirkan nanti akan kerja di mana – Do it the best you can do, and it will bring you to the best workplace available.
  • Buatlah sebuah aplikasi sederhana sampai selesai – Aplikasi ini nantinya bisa lu tunjukkan pada waktu wawancara, ini membuktikan kalau lu produktif dan “get things done!” nggak cuma omdo!
  • Aktif di komunitas  – Dengan sering memposting ke forum/milis kita akan tahu apakah pemahaman dan pengasaan kita terhadap suatu konsep benar atau salah dan cukup atau kurang. Ini penting sekali untuk mengetahui sebenarnya kita siap atau tidak terjun di dunia industri.

Poin belajar menulis adalah cukup menarik dibahas, karena kemampuan mahasiswa dalam hal menulis sangat minim. Hal ini sudah menjadi rahasia umum, apalagi proses perkuliahan yang ada dikampus tidak mendukung untuk mahasiswa belajar menulis. Membuat bentuk evaluasi yang mengharuskan mahasiswa harus menulis perlu diperbanyak, karena secara tidak langsung akan memaksa mahasiswa untuk terus belajar menulis. Jika seorang mahasiswa yang juga blogger tentunya akan sangat membantu dalam mengasah kemampuan menulis. Tapi menulis ilmiah juga mempunyai aturan tersendiri.

Mempersiapkan semuanya dari awal akan sangat membantu dalam menghadapi semester panik. Apakah sudah dimulai dari sekarang ?

Pembahasan dalam tulisan ini merupakan intisari makalah yang saya sampaikan dalam kegiatan mahasiswa Mercusuar Leadership Training 2010 pada pertengahan bulan Mei 2010.

Referensi:
http://nagasakti.mervpolis.com/roller/Ifnu/entry/20070410
http://dewa18.wordpress.com

You might also like More from author

24 Comments

  1. Muhammad Joe Sekigawa says

    Lowh lowh lowh,,,, Tingkat Akhir tapi belum siap,,,, Kok bisa..??? Mengerikan Mas bagi saya,,, Untung saya masih lama tingkat akhirnya he he he 😀

    Mantappp lah tips tipsnya,,,,,
    Salam semangat selalu pak Dosen 😉

    1. Hariez says

      ngeri ya Joe ?? hahaha :mrgreen: itulah kami-kami yang jadi mahasiswa beliau, panik disaat detik-detik akhir kaya gini nih *digetok Pa’e*

      1. bayusatriyawan says

        hohohoo… jadi teringat masa saya saat ini yang benar2 panik mengalami semester panik yang ibarat mau keluar saja kok kayanya ditahan-tahan….

        Hohohohohohoho……

        Tetap semangat dan jangan sungkan ajari kami pak. KArena coding merupakan “titik lemah” para IT saat ini, setidaknya itu yang disampaikan banyak pihak seperti yang juga saya dengar saat MLT.

  2. matdaus says

    salam kenal Mas Anto,, waduh repot juga nih mau TA tapi lum siap ya,, gpp jalani aja plus doa juga,, pengen juga nih belajar bahasa pemrograman kira2 wat yang buta bahasa “asing” itu cocok2nya mulai dari mana ya??

  3. HALAMAN PUTIH says

    Rata2 mahasiswa yang belum merampungkan studinya itu mentok di skripsi atau tugas akhir. Padahal untuk teori dan KKN dah selesai dengan lancar. Padahal kalau mesti istirahat atau cuti biasanya jadi malas untuk mulai lagi setelah masa cuti berakhir.

  4. farus says

    makasih banget atas infonya saya coba ahh dikit demi sedit biar bisa………..

    1. Hariez says

      harus Rus..jangan sampe kaya gw dan yang lainnya dah akhir baru melintir kanan-kiri hahaha..yah harus konsekuensi sama apa yang diambil Rus coba dari sekarang itu bener..sering-sering asah ilmu coding biar ga mangap pas di akhir ye 😥

    1. Hariez says

      hanya akan berubah JIKA sampean mau menekuni dari sekarang bukan mengukur jauh dekatnya saat itu (semester akhir) monggo nikmati ye :mrgreen:

  5. mila says

    NICE INFO…PATUT DICOBA 🙂

  6. tary sonora says

    wahhh jadi inget dulu pas kuliah nih mas antoe, semester panik benar-benar bikin panik kalo gak siap. heheheh

  7. Bee'J says

    sangat inspiratif pak,,,

    lho… kok waktu materi ini di sampaikan saya kok ga tau ya?

    o..iya lagi sibuk di dapur.. hehe..

    1. Hariez says

      halah, alesan BiJe…hahahahaa padahal nguping di pintu :mrgreen:

  8. Hariez says

    bener Pa’e itu juga saya rasain sekarang..jujur saya dipusingkan dengan KKP, ga punya gambaran mau buat apa, sedangkan waktu terus berjalan tapi gambaran saja belum ada, *jadi kangen share kaya dulu lagi Pa’e* 😥

    1. Lexine says

      No quseoitn this is the place to get this info, thanks y’all.

  9. elmoudy says

    semester panik… hehe kayaknya saya juga pernah alami hal seperti itu..
    sempet bingung dan pusing… gara2 penelitian otaknya mentok gak dapat jaan keluar hehee

  10. susilo says

    ooohhh.gitu ya pak?????terima kasih infonya…………..

  11. ajatbdg says

    wah…. harus belajar coding dari sekarang biar ga panik tar nya, agan-agan ada yang mau berbagi ilmu codingnya buat saya ga? saya baru mulai belajar coding nih, kalo ada yang mo nyumbang ilmunya mampir di http://boedakbandoeng.wordpress.com ya….
    Semangat !!!!!!!

  12. asep says

    waduhh… ky nya kena “sentil” nih…. btw makasih bgt p’ anto, saya sangat setuju… semuanya pas dan mantap, segera dilaksanakan!!! ikut nambahin ah, buat para mahasiswa yang masih jauh dari “SP” ini, saran saya patuhilah semua anjuran dan ajaran dari p’ anto, demi kebaikan kalian juga. Jangan ky saya, sudah semester 8 jangankan TA, sampe sekarang KP aja belum dimulai….

    1. Bette says

      None can doubt the veatciry of this article.

  13. fadly says

    Saya pernah merasakan apa yang disebut semester panik, saya bener-bener keringat dingin,
    rasanya gak enak ngapa-ngapain jadinya . . .
    waktu SMU, saking asyiknya dengan pelajaran matematika dan sejarah sampai lupa dengan pelajaran kimia, pada akhirnya tiba UAN saya gak bisa mengisi apa-apa dan semenjak itu saya berjanji akan membuat buku saku schedule deadline, sehingga saya bisa melihat semua jadwal saya yang urgent dan bisa menyicil tugas dari jauh-jauh hari, terima kasih atas artikel semester paniknya mas Anto.com

  14. Rama Sejati says

    Info yang bagus !

    Barangkali informasi mengenai “Serangan Panik” berikut, juga berguna bagi rekan rekan yang memerlukannya. Klik > Serangan Panik ?

Leave A Reply

Your email address will not be published.

five × 5 =