Teknologi Membangun Sistem Informasi

4 181

Zachman Framework

Membangun sistem informasi ibarat menciptakan sebuah bangunan yang kokoh dan dapat digunakan untuk melakukan banyak aktifitas. Semakin besar sebuah gedung tentunya memerlukan persiapan yang matang dan detail. Dalam membangun sistem informasi, dibutuhkan metode untuk mewujudkannya. Untuk itu dibutuhkan sebuah framework arsitektur sistem informasi yang memadai. Dengan menggunakan framework arsitektur, akan lebih mudah mudah memahami berbagai informasi sehingga dapat memutuskan kebijakan seberapa banyak informasi yang diperlukan dan bagaimana menggunakannya.

Framework Zachman merupakan framework arsitektur yang membagi teknologi sistem informasi menjadi network.

Data merupakan bahan mentah yang akan diolah menjadi informasi, informasi akan menjadi sebuah knowledge untuk meningkatkan kinerja dalam sebuah organisasi. Proses merupakan prosedur, aliran data serta struktur dalam sistem informasi. Sedangkan network adalah komunikasi struktur organisasi dalam sebuah sistem. Ketiga unsur ini berdiri sendiri atau bersifat independen.

Menggunakan Framework Zachman memberikan kemudahan dalam kegiatan Memorization setiap proses, terdapat antar muka sehingga memudahkan dalam mengoperasikannya, adanya komunikasi memberikan ruang untuk berdiskusi. Desain, merupakan kemudahan menyatuan ide dan bentuk dari sistem informasi sehingga dapat memunculkan ide-ide baru atau adanya inovasi.

Dokumen Framework Zachman dapat digunakan dalam arsitektur bangunan, manufaktur dan tentunya perancang sistem informasi. Dalam mengimplementasikannya terdapat sebuah matrik klasifikasi yang berisi deskripsi yang merepresentasikan dokumen, model, daftar dan kamus. Matrik klasifikasi framework ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu :

Kolom terdiri dari 6 pertanyaan yaitu what, how, where, who, when dan why. Pertanyaan ini mewakili 6 hal yaitu data, function, network, people, time dan motivation. Pertama what berkaitan dengan data, data apa yang akan diolah. How, menjelaskan bagaimana fungsi atau kegunaanya. Where berkaitan dengan network, seberapa jauh sistem informasi disebarkan dan kemana. Who, berhubungan dengan orang (people) yang ada dalam sistem. When, berkaitan dengan waktu sistem dan terakhir Why, berkaitan dengan motivasi terhadap sistem informasi.

Baris merupakan peran dalam proses pengembangan sistem seperti siapa perencananya (planner), orang yang memberikan tujuan atau besaran dari sistem, pemilik (owner), seberapa besar sistem yang terkait. Berikutnya adalah Desainer (desainer), yang bertanggung jawab model sistem informasi sedangkan Builder, bertanggung jawab terhadap model teknologi yang ada. Subcontractor, merupakan bagian yang berhubungan dengan detail permasalahan karena berkaitan dengan pembangunan sistem dan terakhir adalah System, seberapa besar sistem dapat berfungsi dalam sebuah organisasi.

Dalam perspektif Zachman dititik beratkan pada tiga hal yaitu :

  • Audience – siapa yang menggunakan produk
  • Focus – bagaimana sebuah sistem dapat di bangun, hal ini berkaitan dengan data, proses dan infrastruktur.
  • Output – seperti apa keluaran yang dihasilkan, apakah semua pertanyaan dapat dijawab oleh sistem

Pada perkembangannya Framework Zachman ditambahkan people, time dan motivasi sehingga berjumlah menjadi 6 komponen pada kolom framework. Pada baris terdiri dari

1.    Scope, berisi cakupan dari kebutuhan sistem.

2.    Enterprise model menjelaskan model proses bisnis.

3.    System Model berisi model logik dan definisi kebutuhan.

4.    Technology Model merupakan model fisik dan definisi solusi dan pengembangan.

5.    As Built, bentuk dari proses sistem informasi.

6.    Functioning Enterprise, kegunaan terhadap sistem secara keseluruhan.

Framework Zachman sudah mencakup dari kontek dari sistem informasi, dimana menggambarkan sebuah sistem baik dilihat dari sisi pembangunannya dan sisi bagaimana sistem dibangun. Dalam membangun sebuah sistem dibutuhkan teknologi untuk mengelola sistem informasi yang ada, seperti sistem transaksi, sistem pengambilan keputusan, sistem pakar, kolaborasi sistem dan sistem otomatisasi. Hal ini mengambarkan hubungan antara pemain yang terdiri dari system builder, sistem designer, sistem user dan sistem owner dengan proses yang meliputi inisialiasi sistem, analisa sistem, desain sistem dan implementasi sistem.

Teknologi sistem informasi secara keseluruhan menangani 2 hal besar yaitu

1.    Manajemen proyek yang merupakan aktifitas menyiapkan, merancang dan membuat sistem sesuai dengan biaya dan waktu yang ada.

2.    Manajemen Proses merupakan aktifitas dalam memilih metodologi apa yang digunakan dalam sistem informasi yang mengacu pada standar pengembangan proyek.

Dalam teknologi sistem informasi terdapat 3 blok bangunan sistem informasi yaitu knowledge business, yang meliputi visi dan cakupan informasi, kebutuhan data bisnis, desain database, solusi database. Yang kedua adalah proses bisnis yang meliputi visi dan cakupan informasi, kebutuhan proses, desain software, aplikasi program. Terakhir adalah komunikasi bisnis meliputi visi dan cakupan informasi, kebutuhan antar muka, desain antar muka dan antarmuka solusi. Untuk mengoptimalkan sistem informasi maka dibutuhkan teknologi jaringan untuk mendistribusikan keluaran dari sistem informasi.

You might also like More from author

4 Comments

  1. RAMLAN says

    salam kenal, kunjungan balik ditunggu

  2. cha says

    mana mas anto ??? koq blm berkunjung ke blog saya??? jgn lupa ya kasih kritik dan sarannya …

  3. cha says

    yah untuk saat ini , baru bisa pakai template … untuk web desainnya nyusul (padahal blm di ajarin dan tak ada senior yg mau ngajarin) hhe :p

Leave A Reply

Your email address will not be published.

fifteen + 3 =